Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
Text
Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut-marut kehidupan. Mari berfikir takjib sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: “Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?” Maka apakah kita akan bertanya: apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan? Buku ini mengisahkan tentang seorang Ray (tokoh utama dalam kisah ini), yang ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya membuat dia mengerti makna hidup dan kehidupan. Kisah ini di mulai dengan seorang gadis kecil yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan. Gadis kecil ini bernama Rinai. Rinai rindu akan ayah dan bundanya. Ingin sekali bertemu dengan ayah bunda yang belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Ia bertanya kepada Tuhan, mengapa? Sebuah pertanyaan sederhana,dan dijawab sederhana oleh Nya. Di saat yang sama, disebuah rumah sakit. Ada seorang pasien berumur 60 tahun yang sedang mengalami koma akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Seorang konglomerat. Ya dia lah Ray. Malam itu, disaat takbir bergema, disaat umat islam merayakan hari kemenangan. Ray yang telah 6 bulan mengalami koma, menunjukkan perubahan yang positif. Disinilah kisah ini dimulai. Di dalam keadaan yang antara sadar dan tidak, Ray didatangi seseorang yang berwajah menyenangkan. Ia tahu semua pertanyaan yang ada dipikiran Ray. Dan dia disana untuk memjawab lima pertanyaan yang selalu dipertanyakan oleh Ray. Seperti buku-buku karangan Tere Liye yang lain, buku ini akan membuat kita tersentuh. Juga membuat kita berfikir dan merenung tentang makna hidup. Dari kisah hidup Ray, kita akan belajar, banyak hal tentang kehidupan ini. Ada beberapa bagian menarik menurut aku didalam novel ini, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Ray tentang hidup. Bagi manusia, hidup ini adalah sebab akibat. Kehidupan kita menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupan kita. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi. Jika dilukiskan peta itu, maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar melingkar. Indah. Itulah jawaban dari pertanyaan Ray. Orang-orang cenderung suka menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpanya. Ketika ia tidak mampu membalasnya ke orang yang menjadi penyebabnya, tidak bisa membalasnya ke Tuhan, maka ia akan membalasnya dalam bentuk lain. Kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian yang menyakitkan itulah yang abadi. Apapun bentuk kehilangan, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan. Sudah seharusnya orang memiliki tujuan dalam hidup. Yang dengan menyelesaikan tujuan itu maka dia akan tersenyum saat maut menjemput. Seseorang yang memiliki tujuan hidup, maka baginya tidak akan ada pertanyaan tentang kenapa Tuhan selalu mengambil seseuatu yang menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke kesedihan. Baginya semua proses yang dialami, menyakitkan atau menyenangkan semuanya untuk menjemput tujuan itu. Apakah kaya itu segalanya? Mengapa setelah sejauh ini, masih saja terasa hampa dan kosong? Itu adalah karena manusia tak pernah merasa puas. Tak pernah merasa cukup. Buku ini sangat-sangat bagus di baca bagi yang pengen mengenal arti hidup dan merenungkannya. Really recommended to read!
Tidak tersedia versi lain